Rework vs Repair

Sekilas rework atau repair sama saja. Sama-sama "memperbaiki" produk cacat supaya bisa dipakai sesuai tujuannya diproduksi. Tetapi IATF 16949 dengan tegas membedakan arti dari keduanya.

Rework adalah mengembalikan produk cacat ke spesifikasi semula, baik dengan proses yang sama ketika dibuat ataupun menggunakan proses lain.
Repair adalah tindakan yang dilakukan terhadap produk cacat agar dapat digunakan. Hasil akhir dapat berbeda ataupun sama dengan spesifikasi semula.

Contoh sederhana adalah menambah angin terhadap ban yang kempes. Setelah angin ditambahkan, ban terlihat seperti spesifikasi awal. Tidak ada bedanya dengan ban yang tidak ditambah angin. Ini adalah rework.
Bila ban bocor dan ditambal, ini disebut repair. Ada tindakan agar ban dapat digunakan. Tetapi ada bekas tambalan yang tentu tidak sesuai spesifikasi awal.

Contoh lain adalah bila kita memotong sebuah kawat (wire) dengan mesin cutting. Bila kepanjangan dari spesifikasi, masih dapat dipotong, baik dengan mesin cutting ataupun manual. Setelah dipotong, wire akan sesuai spesifikasi dan tidak berbeda dengan wire lain. Tetapi bila kependekan, dan dilakukan tindakan dengan menyambung wire, baik dengan solder atau twisting, ini disebut repair. Ada "down-grade specification" berupa bekas sambungan.

Rework diatur dalam klausul 8.7.1.4. Sedangkan repair dalam klausul 8.7.1.5. Ada 2 kalimat atau proses yang berbeda dalam kedua klausul tsb, selain istilah rework dan repair.

Rework: to verify compliance to original specification. If required by customer, shall obtain their approval.

Repair: shall obtain customer approval. Shall obtain documented customer authorization for product concession.

Semoga membantu untuk menyesuaikan penggunaan istilah ini di aktual proses Anda.

#ReworkVsRepair
#Iatf16949
#SimpleSystem

Advertisements

Apa gunanya FMEA?

Saya mendapat sebuah pertanyaan yang menarik di akhir sesi training FMEA.

"Apa gunanya FMEA selain untuk memenuhi permintaan customer?"

Jawaban saya saat itu mungkin tidak serapi tulisan ini yang saya tulis keesokannya. Semoga versi lengkap ini dapat memberikan wawasan yang sedikit lebih luas.

1. Untuk membiasakan risk-based thinking concept. Dengan mengetahui resiko yang mungkin terjadi, paradigma kita diajak untuk berusaha mencegah, mengurangi atau mengendalikan problem agar resiko tidak terjadi atau minimal dapat dideteksi dan dikendalikan. Konsep ini juga disyaratkan dalam ISO 9001:2015. FMEA merupakan metode yang cukup baik untuk diadopsi oleh segala jenis industri, bukan hanya industri otomotif.

2. Sebagai bank data dalam menganalisa klaim customer dan problem kualitas internal.

3. Sebagai sarana perbaikan dengan fokus pada problem beresiko tinggi. Bahkan dapat dijadikan sumber data dalam ber-QCC.

4. Meningkatkan efisiensi kerja dengan adanya perubahan paradigma risk-based thinking.

5. Menurunkan cost of poor quality karena tindakan rekomendasi yang diidentifikasi pasti bertujuan pada good quality.

6. Sebagai referensi untuk materi training karyawan baru agar mempunyai paradigma risk-based thinking sejak awal bekerja.

Jadi FMEA bukan sekedar menyenangkan customer. FMEA dari kita untuk kita.

Ayo belajar FMEA dengan benar.
Ayo membuat FMEA dengan semangat perbaikan.
Ayo jadikan FMEA sebagai media untuk terus melakukan perbaikan bagi kemajuan bersama.

AIAG VDA FMEA. Coming soon….

Adalah gabungan dari VDA (FMEA versi otomotif Jerman) dan FMEA yang kita kenal sebagai salah satu core tools yang digagas AIAG dan menjadi dokumen wajib pada IATF 16949 atau TS 16949.

Saat ini AIAG VDA FMEA versi draft sudah diterbitkan dan terbuka untuk komentar/masukan. Rencana akan diterbitkan resmi pada Maret 2018.

Cukup banyak perubahan dibandingkan FMEA yang sudah kita kenal. AIAG VDA FMEA terdiri dari beberapa step, yaitu:

Step 1. Scope investigation.
Kita harus tahu ruang lingkup FMEA yang akan dibuat. Komponen, assembly, subsystem atau system.

Step 2. Structure analysis.
Misalnya system mobil, subsystem airbag, produk airbag, komponen sensor. Atau kompnen primary gear axis, subsystem transmission, system throttle positioner. Kita harus tahu hubungan produk kita dengan pasangannya, dan bagaimana produk kita akan dirangkai dalam mobil, sehingga dapat mengenali potensi dampak dengan lebih baik

Step 3. Function analysis.
Kita harus tahu masing-masing tujuan fungsinya untuk dapat mengenali potensi defect yang mungkin terjadi. Kita juga harus mempertimbangkan pemakaian normal, pemakaian yang salah, kondisi ekstrim, penyimpanan.

Step 4. Failure analysis.
Analisa seluruh kemungkinan failure, baik pada produk/komponen, subsystem dan system. Meliputi failure effect, failure mode, failure cause dan pemberian nilai resiko severity.

Step 5. Risk analysis.
Analisa resiko dengan mengidentifikasi metode current prevention control dan current detection control. Langkah ini juga termasuk penilaian occurrence dan detection, serta action priority (semacam RPN di FMEA lama).

Step 6. Optimization.
Tindak lanjut perbaikan berdasarkan nilai AP (action priority). Termasuk pencatatan hasil perbaikan, nilai SOD dan AP yang baru.

Dengan banyaknya step diatas, format AIAG VDA FMEA menjadi cukup kompleks. Meliputi 5 bagian besar kolom (mulai step 2 – step 6).

AIAG VDA FMEA memerlukan kompetensi team FMEA dan fasilitator yang cukup mumpuni. Software FMEA juga disarankan untuk memudahkan analisa hubungan antara komponen-subsystem-system.

Kabar baik dari teknik baru ini adalah, bahwa AIAG VDA FMEA belum menjadi wajib sampai batas waktu IATF 16949 yaitu Sep 2018.

Training FMEA dan Control Plan

‎Training FMEA dan Control Plan di PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, Jepara Factory. Training dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk menguji pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti training. Ada 3 workshop untuk membuat FMEA step 1, step 2 dan step 3. Lalu 1 workshop untuk menurunkan FMEA dalam Control Plan. Materi workshop dapat disesuaikan dengan jenis industri.

Training juga dilengkapi penjelasan tentang process flowchart yang menjadi dasar dalam membuat FMEA. Selain materi, setiap peserta juga mendapatkan Panduan FMEA yang dikemas dalam bentuk buku saku mini.

Struktur dan Terminologi ISO 9001:2015

Perubahan terbesar ISO 9001:2015 bila dibandingkan dengan versi sebelumnya, yaitu 2008, adalah pada struktur dasarnya. Perubahan dilakukan dengan tujuan untuk mewadahi pendekatan yang umum seperti dijelaskan pada lampiran (Annex SL).  Semua standar sistem manajemen akan memiliki pendekatan yang sama, yaitu ISO 9001, ISO 14001 tentang lingkungan dan ISO 27001 tentang sistem keamanan data atau informasi.

Saat ini ISO 9001 terdiri dari 8 bagian, dimana 4 bagian mewakili pendekatan PDCA (plan – do – check – action). Struktur yang baru pada versi 2015 memiliki 10 bagian, dimana 4 bagian juga mewakili pendekatan PDCA. Berikut ini 10 struktur ISO 9001:2015 yang saya coba di-Indonesia-kan, tetapi bukan/belum merupakan SNI.
1.Scope atau Ruang Lingkup.
Bagian ini menjelaskan standar sistem manajemen dan akan unik untuk setiap standar.
2.Normative References atau Referensi Normatif.
Bagian ini menjelaskan kaitan dengan standar lain yang sangat diperlukan untuk aplikasi dokumen dan juga akan bersifat unik untuk setiap standar.
3.Terms and Definitions atau Istilah dan Definisi.
Beberapa istilah adalah istilah yang umum sesuai dengan Annex SL.
4.Context of the Organization atau Konteks Organisasi.
Bagian ini merupakan penjelasan tujuan organisasi, sistem manajemen dan para pemegang saham. Bagian ini menjelaskan bagaimana pembentukan sistem manajemen sesuai dengan situasi dan kebutuhan bisnis organisasi.
5.Leadership atau Kepemimpinan.
Bagian ini mempertegas komitmen, kebijakan dan tanggung jawab. Bagian ini serupa dengan bagian 5 pada ISO 9001:2008 tetapi poin kepemimpinan lebih ditekankan daripada sekedar manajemen. Ini akan menjadi persyaratan yang cukup menarik untuk dikembangkan.
6.Planning atau Perencanaan.
Perencanaan sekarang menjadi bagian tersendiri. Sebelumnya, pada ISO 9001:2008, perencanaan dijabarkan pada klausul 4.1; 6.1; 7.1 dan 8.1. Pada struktur baru “risk and opportunities” atau “resiko dan kesempatan” diikutsertakan pada penentuan tujuan, sasaran untuk mencapai rencana dan sumber daya. Sebelumnya “risk’ atau “resiko” disinggung pada standar penerbangan AS9100. Akan tetapi, istilah “resiko” diperluas dan lebih ditekankan. Bagian ini memerlukan aplikasi yang luas dalam mengintegrasikan tujuan dan sasaran perencaan dan proses manufaktur untuk memfasilitasi kesuksesan organisasi.
7.Support atau Dukungan.
Bagian ini menyertakan proses dukungan yang diharapkan yang ada dalam organisasi yang sudah tercakup dalam standar ISO 9001:2008. Istilah “sumber daya manusia” diubah menjadi “kompetensi”, dan komunikasi yang memerlukan pendekatan baru pada banyak organisasi. “Document control” diubah menjadi “documented information” atau “informasi yang terdokumentasi”. Istilah ini mencakup prosedur, pengendalian dokumen dan pengendalian rekaman.
8.Operation atau Operasi.
Bagian ini menjadi lebih singkat. Intinya adalah “lakukan pekerjaan dengan benar” apapun sistem manajemen yang diterapkan. Beberapa proses yang terkait langsung dengan operasi termasuk dalam bagian ini, yaitu desain, pelanggan, pembelian dan produksi/servis.
9.Performance Evaluation atau Evaluasi Kinerja.
Bagian ini meliputi pemantauan, pengukuran dan analisa, audit internal dan tinjauan manajemen. Semua istilah sudah cukup familiar digunakan di ISO 900:2008.
10.Improvement atau Perbaikan. Perbaikan meliputi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan, juga perbaikan terus menerus. Semua yang tadinya berada di bagian 8. Bagian tindakan prevektif tidak ada, karena telah digantikan dengan “resiko” pada bagian perencanaan. Perbaikan sekarang didefinisikan sebagai aktivitas perencanaan yang proaktif.

TS16949 pocket guide

‎Get this 16 pages ISO/TS 16949:2009 pocket guide FREE….

Apply for ISO/TS 16949 training and learn fastly and easily through this simple guide. Start satisfy your customer in simple steps…

Call us for more info..

Training Sistem Dokumentasi ISO 9001

‎Training sistem dokumentasi atau pembuatan prosedur ISO 9001 di PT. Kastraco Engineering. Perusahaan ini adalah sole distributor dari bahan waste water treatment dari sebuah merk produk Amerika. Lokasi kantor ada di Sunter, Jakarta.

Training untuk trading cukup berbeda significant dengan training di manufaktur, karena perbedaan pola pikir yang terbentuk akibat akumulasi kegiatan sehari-hari. Orang di manufaktur lebih terbiasa dengan aturan tertulis (belum dalam format prosedur). Sedangkan orang di trading lebih banyak sepakat dengan perjanjian-perjanjian. Dan banyak perjanjian yang dilakukan berdasarkan tradisi kebiasaan, bukan aturan tertulis. Jadi ada tantangan tersendiri….

Save a TREE. Read digitally. Nearly 17 reams of paper use 1 tree. Save our earth.

Rencana Perubahan TS16949 Versi 2015

Just sharing information from TS16949 Group.
The communiquee has been issued from ANFIA (IATF representative for Italy)

Press release
UPDATE ISO / TS 16949: 2009
THE STANDARD WILL BE ALLIGNED TO THE STRUCTURE OF THE NEW ISO 9001: 2015

The decision made today from IATF allow companies to obtain the two standars
ISO 9001: 2015 and ISO / TS 16949 and to develop and implement a single document-management system for quality.
Turin, October 23, 2014- During the meeting held in Beijing today, the IATF – the International Automotive Task Force which ANFIA is a member – has made the decision to follow, in the update of ISO / TS16949: 2009, a worldwide reference for
automotive quality management system, the structure of the new ISO 9001: 2015.
To this end, it has come thanks to the strong position held by Italy favor of this alignment, the debate on the process of revision of ISO 9001 – that, since the edition of 1994, has been the basis, in general, even for the automotive world – initiated by the Technical Committee of the ISO.
The fact that the two future standards maintain the same structural alignment, as
been since the first edition of ISO / TS 16949 1999, is extremely positive ANFIA opinion, as it will allow businesses to obtain dual certification ISO 9001: 2015 and ISO / TS 16949 and to develop and implement a single system document-management for quality, avoiding problems of duplication of certifications already faced and overcome in the past.