5R untuk mengurangi SAMPAH

5R
5R

Sampah. Dimana-mana ada sampah. Mulai dari dalam rumah sendiri, sekolah, tempat bekerja sampah di seluruh fasilitas umum dan sosial. Di Jakarta sendiri tidak kurang dari 6400 ton sampah dihasilkan setiap harinya. Sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup masyrakatnya yang konsumtif.

 

Untuk itu pada hari Lingkungan hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2007 ini, WALHI Jakarta memandang penting untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan persoalan sampah, antara lain sebagai berikut:

 

1.    Membuka ruang yang seluas-luasnya bagi publik didalam pembahasan RUU pengelolaan sampah yang menjadi payung hukum bagi persoalan sampah di Indonesia.

2.    Produsen harus bertanggung-jawab terhadap persoalan sampah, sebagai bentuk dari extended producer responsibility yang selama ini banyak diabaikan

3.    Menolak penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan, seperti teknologi incinerator yang merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat

4.    Mengajak publik untuk menjadi konsumen yang kritis, dengan memilih produk yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen, bukan berdasarkan kehendak produsen.

< Sumber: Situs WALHI http://www.walhi.or.id/kampanye/cemar/sampah/070605_smphjkt_ps/ >

 

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai bagian masyarakat? Kita bisa mengurangi sampah dengan mempromosikan 5R.

 

REDUCE. Mengurangi volume sampah sebanyak mungkin.

v Membeli makanan yang dibutuhkan secukupnya.

v Memilih pakaian yang bisa kita pakai beberapa tahun daripada sekedar mengikuti tren dan mode.

v Memilih barang dalam botol isi ulang atau kemasan refil sehingga mengurangi sampah.

v Mempertimbangkan untuk menyewa barang yang hanya digunakan untuk sementara daripada membelinya.

REUSE. Menggunakan kembali barang sedapat mungkin.

v Menjual buku bekas ke toko buku bekas.

v Menjual perabot rumah tangga yang sudah tidak digunakan ke penjual barang bekas.

v Memberikan barang bekas ke bazar atau pasar loak.

RECYCLE. Mendaur ulang barang yang tidak dapat dipakai kembali menjadi bahan baku lain.

v Mengembalikan kemasan seperti botol, kaleng, karton susu ke pusat daur ulang atau perantaranya.

v Memberikan koran atau karton bekas ke lembaga amal.

v Memberikan baju tua ke badan amal.

v Mengubah sampah rumah tangga menjadi kompos.

REFUSE. Menolak membeli barang yang hanya akan berakhir sebagai sampah.

v Menolak surat-surat yang diterima dengan memberikan label “SAYA TOLAK” di amplop dan kirimkan kembali, untuk mengurangi sumber daya yang sia-sia.

v Menggunakan tisu toilet tanpa core (karton penggulung)

v Membawa tas belanja sendiri dan hindari memperbanyak kantong plastik atau kantong kertas.

REPAIR. Memperbaiki barang yang terpakai untuk digunakan lagi.

v Mencoba menggunakan furnitur atau barang lain dengan memperbaiki dan mengganti part yang sudah tua.

v Menggunakan komputer tua dengan meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s