Pengalaman membuat PFMEA

Beberapa hari yang lalu saya mengundang seorang sahabat yang sudah pindah ke General Motors untuk acara sharing tentang perubahan FMEA dari edisi 3 ke edisi 4. Beliau menyinggung tentang proyek pembuatan PFMEA yang pernah saya lakukan pada sekitar tahun 2000. Saya jadi ingat pengalaman seru tersebut, sehingga saya mau membaginya disini. Semoga bisa jadi inspirasi bagi perusahaan yang mau atau sudah menerapkan PFMEA agar PFMEA tidak cuma jadi lip service atau sekedar dokumen yang tidak ada bunyinya.  Baca selanjutnya di page 2.

21 thoughts on “Pengalaman membuat PFMEA

  1. Terima kasih ya saya bisa belajar dari blog ini ( di PEMI gak pernah diajarin ). Lihat blog stats-nya wuiih te o pe be ge te deh

    selamat ya….

  2. Halo Siswadi and Dudi, makasih ya sudah berkunjung ke blog ini yang memang didedikasikan untuk orang Indonesia belajar. Kalau sudah sukses, jangan lupa bagi-bagi ilmunya ya, atau minimal traktir saya…..

  3. Bu kalo ada training di PEMI kabari ya apa aja deh training-nya
    Waguh gak kebalik nih yang traktir……
    Bu gak pake IP tracer or locator saya boleh ngintip sedikit ya di blog ini

  4. Halo yis,
    Bisa disebutkan metode kualitas yang dimaksud supaya bisa memberikan perbandingan dengan tepat? Yang pasti FMEA menekankan identifikasi pencegahan sebelum problem kualitas terjadi. Jadi bila kita menerapkan FMEA, kita bisa mengantisipasi problem lebih dini. FMEA bisa dipakai juga sebagai acuan untuk membuat standar kerja operator. FMEA juga merupakan salah satu tool yang sangat diajurkan dalam penerapan six sigma.
    Terima kasih.

  5. thank u utk penjelasannya..trus gimana posisi FMEA terhadap six sigma?banyak nanya nih..soalnya mau pake FMEA tapi blm terlalu paham..

  6. Sorry baru sempat balas. Di 6 Sigma, FMEA dipakai sebagai alat kontrol hasil perbaikan agar tdk berulang di kemudian hari dan kondisi 6 Sigma secara statistik (99.99966% “Good”) tetap terjaga. Kalau baru mau pakai FMEA, sebaiknya jangan kaitan dulu dengan 6 Sigma utk mengurangi bingung, he..he.., karena di 6 Sigma banyak tools yang dipakai. Ayo dicoba saja membuat FMEA, supaya tahu kesulitannya dan nanti bisa didiskusikan lagi. Trims.

  7. terimakasih banyak bu cisca, dengan hadirnya blog ini, walaupun saya baru melihat blog ini,, mf bu, saya ingin belajar mengenai APQP, mohon pencerahannya ?..
    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s